Pentingnya Cek Tekanan Ban Sebelum Melintasi Jalan Tol Jakarta
Ban dengan tekanan di bawah rekomendasi pabrikan akan mengalami deformasi berlebih saat berputar. Dinding ban menjadi lebih lentur dan suhu ban meningkat drastis akibat gesekan internal. Dalam perjalanan tol jarak jauh, kondisi ini bisa menyebabkan ban overheat dan akhirnya pecah.
Contoh nyata: saat mobil melaju 100 km/jam di tol Cakung-Cikampek, ban yang kurang angin 5 psi saja sudah cukup membuat handling terasa berat dan risiko aquaplaning lebih tinggi saat hujan. Pengendara di Cakung yang kerap menempuh perjalanan ke luar kota perlu waspada terhadap potensi ini.
2. Pemborosan Bahan Bakar dan Kerusakan Ban
Tekanan ban yang rendah meningkatkan rolling resistance, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan. Akibatnya, konsumsi bahan bakar bisa naik hingga 3–5 persen. Selain itu, tapak ban yang tidak merata karena tekanan tidak ideal akan mempercepat aus pada bagian tepi atau tengah. Biaya penggantian ban lebih awal jelas tidak efisien. Sebaliknya, tekanan terlalu tinggi membuat bagian tengah tapak lebih cepat aus dan mengurangi luas kontak ban dengan aspal, sehingga pengereman di tol saat darurat menjadi kurang optimal.
3. Frekuensi dan Waktu Pengecekan yang Tepat
Banyak pengendara hanya mengecek tekanan ban saat akan melakukan perjalanan jauh. Padahal, idealnya pengecekan dilakukan minimal dua minggu sekali, termasuk untuk ban cadangan.