Mitos Terkait Setir Mobil yang Belum Tentu Sesuai Fakta

icon 5 May 2026
icon Admin

Setir mobil merupakan komponen utama yang menghubungkan antara keinginan pengemudi dan arah gerak kendaraan, namun banyak mitos yang beredar mengenai cara perawatannya. 

Sering kali, informasi yang turun-temurun di kalangan pemilik mobil membuat Anda merasa khawatir secara berlebihan terhadap kerusakan komponen ini. 

Padahal, jika Anda memahami cara kerja sistem kemudi secara teknis, tidak semua kebiasaan terkait setir berdampak buruk jika dilakukan dengan benar.

Memisahkan antara fakta dan mitos sangat penting agar Anda tidak terjebak dalam perawatan yang salah atau biaya perbaikan yang sebenarnya tidak perlu. 

Berbagai Mitos Setir Mobil yang Keliru

Berikut adalah beberapa mitos populer mengenai kemudi mobil yang perlu Anda ketahui faktanya.

  1. Memutar Setir Sampai Mentok Merusak Power Steering

Banyak yang percaya bahwa memutar kemudi hingga berbunyi "tek" atau mentok saat parkir akan langsung merusak sistem power steering. 

Faktanya, pada mobil modern yang menggunakan Electric Power Steering (EPS), sistem sudah dirancang untuk membatasi tekanan secara otomatis. 

Memang, tidak disarankan untuk menahannya dalam posisi mentok terlalu lama (terutama pada sistem hidrolik karena tekanan panas), memutar setir mobil hingga batas maksimal sesekali saat bermanuver parkir tidak akan langsung menyebabkan kerusakan fatal.

  1. Memutar Setir Saat Mobil Berhenti Merusak Ban dan Komponen

Mitos ini menyebutkan bahwa memutar ban saat mobil diam (dry steering) akan menyiksa komponen tie rod dan mempercepat keausan ban. 

Secara teknis, tekanan memang lebih besar saat mobil diam, namun komponen setir mobil sudah dirancang untuk menahan beban tersebut. 

Selama Anda tidak melakukannya secara terus-menerus dan ugal-ugalan, sistem kemudi tetap akan bertahan lama. Namun, memang lebih ideal jika setir diputar sambil mobil bergerak sedikit untuk meringankan beban kerja motor EPS.

  1. Getaran pada Setir Selalu Berarti Kerusakan Power Steering

Jika Anda merasakan getaran pada tangan saat mengemudi, jangan langsung menyimpulkan bahwa sistem kemudi rusak. Sering kali, masalah utama justru berasal dari ban yang tidak seimbang (unbalanced) atau velg yang peyang. 

Melakukan spooring dan balancing secara rutin biasanya menjadi solusi yang lebih tepat dibandingkan langsung membongkar sistem setir mobil Anda.

  1. Menutup Setir dengan Sarung (Cover) Lebih Aman

Beberapa orang menganggap penggunaan sarung setir akan melindungi bahan kulit asli dari keringat dan sinar matahari. Namun, jika ukuran sarung tidak pas atau licin, hal ini justru berbahaya karena bisa selip saat Anda melakukan manuver darurat. 

Pilihlah pelindung yang berkualitas tinggi atau biarkan standar pabrikan jika Anda ingin mempertahankan kontrol maksimal.

  1. Setir Harus Lurus Saat Parkir Agar Roda Awet

Ada mitos bahwa setir wajib dalam posisi lurus saat parkir. Ini adalah salah satu mitos yang sering jadi perdebatan. Dulu, hal ini bisa saja terjadi karena mobil tua yang masih menggunakan sistem hidrolik. 

Memarkir dalam kondisi roda berbelok tajam bisa membuat tekanan pada selang minyak power steering tetap tinggi di satu sisi. Jika dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, ada risiko kebocoran seal atau selang

Namun, pada mobil zaman sekarang yang mayoritas menggunakan Electric Power Steering (EPS), risiko ini sudah hilang karena tidak ada tekanan oli saat mesin mati. Jadi jawabannya, aman-aman saja ya!

Memahami batasan antara perawatan rutin dan kekhawatiran yang tidak berdasar akan membuat pengalaman kepemilikan mobil menjadi lebih tenang. 

Sebagian besar masalah pada sistem kemudi sebenarnya muncul karena kurangnya perawatan pada sektor kaki-kaki, bukan sekadar dari cara kita memutar kemudi sehari-hari.

Jadi, jangan mudah percaya mitos. Sebaiknya lakukan pengecekan berkala pada setir mobil di bengkel Suzuki, supaya kemudi tetap responsif dan awet.