Setir Mendadak Berat Saat Berbelok? Jangan-Jangan Power Steering Mobil Anda Rusak!
Power steering adalah sistem pembantu mekanis atau elektronik yang dirancang untuk memperkecil gaya putar yang dibutuhkan pengemudi saat membelokkan roda depan kendaraan.
Ketika sistem kemudi ini mengalami penurunan fungsi, respon kendaraan terhadap putaran tangan akan melambat secara signifikan.
Kegagalan sistem ini tidak hanya menguras tenaga fisik pengemudi, tetapi juga merusak komponen mekanis kaki-kaki lainnya jika dibiarkan dalam jangka panjang.
Tanda dan Gejala Utama Sistem Power Steering Mulai Rusak
Penyebab setir mobil yang berat pada umumnya muncul setelah gangguan mekanis seperti berkurangnya tekanan fluida hidrolik, atau penurunan suplai daya listrik yang memicu hilangnya bantuan tenaga pada sistem kemudi.
Pengemudi dapat mengenali awal kerusakan ini secara dini melalui beberapa gejala khas yang paling sering dirasakan seperti:
- Muncul Suara Mendengung atau Berdecit: Suara asing saat roda kemudi diputar pada sistem hidrolik menandakan pompa kekurangan cairan atau selang bocor, sedangkan pada sistem EPS All New Ertiga, suara kasar mengindikasikan keausan motor listrik atau kolom kemudi.
- Getaran Abnormal pada Roda Kemudi: Vibrasi yang merambat ke tangan saat melaju merupakan dampak dari masuknya angin ke saluran oli hidrolik, sabuk pemutar kendor, atau komponen steering rack yang goyang akibat benturan.
- Setir Lambat Merespons dan Tidak Kembali Lurus: Adanya jeda (lag) saat memutar setir atau keengganan roda kemudi untuk kembali ke posisi tengah setelah berbelok menandakan kerusakan sensor sudut kemudi atau tersumbatnya katup kontrol.
- Lampu Indikator EPS Menyala di Dasbor: Komputer mobil Suzuki akan mengaktifkan ikon peringatan EPS berwarna kuning di panel instrumen ketika mendeteksi adanya kegagalan Arus listrik, masalah sensor, atau kerusakan modul kontrol.